Kyai Rojikin,10 Tahun Pimpin Masjid Penuh Keikhlasan

KEBUMEN, BeritaKami.com – Siapa yang berjuang di jalan Allah, maka Allah akan memberikan pertolongan, kemudahan dan petunjuk. Hal inilah yang menjadi pedoman bagi Kyai Rojikin Pengasuh Masjid Darunnajah Desa Temanggal Adimulyo.

Sepuluh tahun sudah tepatnya sejak tahun 2014 Kyai Rojikin 53 RT 3 RW 1 Dukuh Karang Desa Temanggal Adimulyo mengampu masjid Darunnajah. Ia menjadi imam sholat maktubah yakni lima kali sehari. Mulai dari Subuh, Dhuhur, Asar, Magrib dan Isya.

Saat ditemui di kediamannya, Kyai Rojikin menyebut tamu dengan ramah. Mengenakan sarung dan kemeja, pihaknya penuh canda tawa. Kata-kata yang ceplas-ceplos dan polos semakin manambah akrab suasana. Seakan tidak ada skat antara tamu dan kyai.

“Ikhlas menjadi kunci dalam semua tindakan. Siapa yang memudahkan jalan Agama Allah, tentu akan dimudahkan juga segala urusan,” tuturnya, Kamis (21/8).

Disampaikannya, sejak lulus dari pesantren pada 1996 silam, pihaknya tidak langsung menjadi kyai. Sebagai pemuda ia bekerja dengan merantau ke Jakarta sebagai karyawan kontrak. Habis kontrak pihaknya pindah bekerja ke Perusahaan Garmen di Bandung. Usai dari situ Rojikin muda meneruskan merantau ke Palembang sebagai penebang tebu.

“Tidak berhasil saya bekerja hanya cukup untuk makan dan bekal pulang. Bosan dengan merantau saya memutuskan untuk pulang,” katanya.

Tidak mau berpangku tangan, Rojikin muda berjualan beragam barang. Mulai dari televisi, VCD hingga sepeda. Namun semua seakan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.

“Saya menikah. Namun belum memiliki pekerjaan tetap. Ekonomi masih sulit. Namun tetap dijalani,” jelasnya.

Rojikin juga pernah bekerja sebagai tukang bangunan dan juga tukang kebon di SDIT Al Huda Candiwulan Adimulyo. Namun hanya sebentar. Kala itu Kyai Masjid Darunnajah meninggal pihaknya pun diminta untuk menggantikannya.

“Tentu bingung. Ekonomi juga belum mapan namun harus memegang tanggungjawab besar. Pikiran saya penuh kebimbangan. Namun akhirnya Bismillah… dijalani,” ungkapnya.

Dengan berbekal ikhlas dan tawakal, Kyai Rojikin menjalani kehidupannya sebagai Imam Masjid Darunnajah. Ini murni ibadah, tanpa gaji atapun santunan.

Namun disinilah Kyai Rojikin menemukan ketenangan dan ketentraman serta kedamaian. Ada saja pertolongan dari Allah saat susah. Ini baik untuk kehidupan sehari-hari maupun biaya pendidikan.

“Anak saya satu masih di pesantren tentu membutuhkan biaya bulanan. Selain itu satunya masih sekolah. Namun Alhamdulillah ada saja jalan untuk mengirim bulanan,” paparnya.

Pihaknya juga berpesan lakukan semua dengan ikhlas, berjuanglah dijalan Allah, maka Allah pasti akan memudahkan dan menolong mu disaat kamu membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *